Assalamualaikum sahabat inspirasi dimanapun kalian berada,kami kembali menyapa anda semua dengan penuh rasa malu dan dosa. kami hanya ingin belajar lebih banyak tentang agama bersama anda.
kisah kali ini adalah tentang dua sahabat yang terpisah cukup lama,yang satu jadi manager kantoran dan yang satu jadi marbot masjid,begini ceritanya.
Dikisahkan dua orang sahabat yang terpisah sudah lama. namanya ahmad dan zaenal. ahmad adalah anak yang cerdas namun ekonomi kedua orangtuanya kurang mendukung. sedangkan zaenal adalah anak yang biasa saja namun keluarganya sangat mendukung karir dan masa depannya.
Terkisah keduanya bertwmu kembali dalam sebuah tempat wudhu masjid mungil tempat transit para pejalan jauh. zaenal kini sudah menjadi orang sukses yang menjadi manager sebuah kantor.
Selepas berwudhu zaenal tak menyangka bakal bertemu ahmad,sahabat kecilnya dulu. namun ia juga tak kalah menyangka menemukan sahabatnya ini sebagai marbot masjid. dia tak menduga bahwa ahmad yang dulunya sangat pintar namun sekarang sebagai marbot masjid.
"Maaf,kamu ahmad kan ? teman smp saya dulu",tegur zaenal
"iya,kamu zaenal kan, keren sekali kamu sekarang. bisu sukses seperti ini" balas ahmad sambil memeluk zaenal.
Zaenal menaruh iba. Ahmad dilihatnya sedang memegang kain pel. Khas marbot sekali. Celana digulung, dan peci didongakkan sehingga jidat hitamnya terlhat jelas.
“Mad… Ini kartu nama saya…”. sambil menyodorkan kartu nama kepada ahmad.
“Manager Area…”. Wuih, bener-bener keren." kata ahmad
“Mad, nanti habis saya shalat, kita ngobrol ya. Maaf, di kantor saya ada pekerjaan yang lebih baik dari sekedar marbot di masjid ini. Maaf…”. lata zaenal
Ahmad tersenyum. Ia mengangguk. “Terima kasih ya… Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun menyelesaikan pekerjaan bersih-bersih dulu… Silahkan ya. Yang nyaman”.
Setelah selesai shalat,tanpa sadar, ada yang shalat di belakang Zaenal. Sama-sama shalat sunnah agaknya. Ya, Zaenal sudah shalat fardhu di masjid sebelumnya. Zaenal sempat melirik. “Barangkali ini kawannya Ahmad…”, gumamnya.
“Pak,” tiba-tiba anak muda yang shalat di belakangnya menegur.
“Iya Mas..?” kata zaenalm
“Pak, Bapak kenal emangnya sama Haji Ahmad…?” kata pemuda tadi
“Haji Ahmad…?” balas zaenal agak sedikit heran
“Ya, Haji Ahmad…” jelas sang pemuda
“Haji Ahmad yang mana…?” tanya zaenal yang masih kebingungan
“Itu, yang barusan ngobrol sama Bapak…” jelas sang pemuda
“Oh… Ahmad… Iya. Kenal. Kawan saya dulu di SMP. Emangnya udah haji dia?” tanya zaenal
“Dari dulu udah haji Pak. Dari sebelumnya bangun ini masjid…”. kata pemuda.
Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal, Dari dulu sudah hai,Dari sebelumnya bangun masjid ini. Anak muda ini kemudian menambahkan, “Beliau orang hebat Pak. Tawadhu’. Saya lah yang merbot asli masjid ini. Saya karyawannya beliau. Beliau yang bangun masjid ini Pak. Di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau bangun sendiri masjid ini, sebagai masjid transit mereka yang mau shalat.
Bapak lihat toko material di sebelah masjid ini,itu toko nya beliau. Tapi beliau lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh. Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji saja dan adzan.
Pesan moral :
Sahabat, pelajaran dan hikmah yang dapat kita petik dari kisah diatas adalah pentingnya menjaga dan menjauhi diri dari sifat riya ( sombong ). sebagai seorang hamba,haji ahmad telah menjadi teladan bagi kita semua bahwa keikhlasan itu sangat penting dalam kehidupan ini. dan keikhlasan pula lah yang menjadikan haji ahmad menjadi orang yang beriman dan beramal sholeh,dia dikagumi oleh masyarakat tanpa rasa riya.

No comments:
Post a Comment