Sebenarnya semua kejadian di dunia ini atas kehendak Yang Maha Kuasa, kita hanya bisa pasrah menjalaninya, karena itu kita dituntut untuk selalu berbuat baik dan melakukan kebaikan.
Ajal tidak ada yang tahu kapan akan menjemput kita, bisa jadi saat kita lagi dalam keadaan tenang namun tiba-tiba harus menghadap Tuhan YME.
Kejadian Jatuhnya pesawat Lion AIr JT-610 ini menjadi pelajaran berharga bagi kita agar selalu mendekatkan diri kepada Tuhan YME dan berbuat baik kepada sesama manusia.
Salah satu bukti kekuasaan Tuhan adalah dua orang yang selamat dari insiden kapal terbang yang jatuh di kawasan perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29 Oktober 2018) pagi.
Seperti dilansir dari laman www.kumparan.com Selasa, 30/10/18 berikut ini dua orang yang masih diberi keselamatan oleh Allah SWT, yaitu:
1# Miftahul Ilmi
Ia adalah karyawan yang bekerja di bandara bagian teknik di Pangkal Pinang. Warga kecamatan Bumiayu ini berangkat dari rumah menuju bandara Senin pagi sebelum kecelakaan, seperti diceritakan oleh ibunda Miftahul Ilmi, Rukhamah.
"Senin pagi pukul 05.30 WIB dia bilang kena macet dan kemungkinan telat. Pesawat berangkat sekitar pukul 06.00 WIB. Dan benar dia telat 10 menit, "ucap Rukhamah.
Menurut keterangan Ibunya, Mitfahul Ilmi ini selalu meminta doa restu kepada ibunya, dan menitipkan anak dan istrinya.
Sungguh luarbiasa doa ibu membuatnya telat 10 menit dan dia akhirnya selamat, ia berangkat dengan maskapai yang berbeda pada jam 10.00 WIB pada hari itu juga.
2# Pak Sony
Ia adalah PNS di Kanwil, Pangkal Pinang, beliau juga sama kisahnya dengan Miftahul Ilmu, Pria berasal dari Bandung ini bekerja di Pangkal Pinang.
Namun saat di Tol Cengkareng menuju Jakarta ia juga sempat terjebak macet yang akhirnya membuatnya terlambat dan harus mengganti maskapai lain untuk sampai ke Pangkal Pinang.
Sungguh kekuasaan Allah SWT, dua orang ini selamat dari ancaman maut atas insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 ini.
Semoga bisa menjadi inspirasi dan pelajaran bagi kita semua, untuk tetap bersama Tuhan YME . Amin



No comments:
Post a Comment